Tag Archives: Struktur Bangunan

Struktur Cangkang Pada Sistem Struktural Bangunan

Struktur cangkang atau shell, di alam dapat kita jumpai pada bentuk perisai dari tumbuh-tumbuhan maupun binatang, meskipun bentuknya tipis, tapi kuat dan kokoh. Seperti halnya kulit labu yang kering, kulit telur, kulit kerang dan tempurung kepala kita. Ciri-ciri dari perisai yang kokoh adalah bentuknya yang lengkung dan berbahan keras┬áserta padat. Struktur cangkang adalah struktur tipis dan berupa pelat lengkung yang dibuat dari beton bertulang. Cangkang dibentuk untuk menyalurkan gaya yang diaplikasikan oleh tegangan membran – tegangan tekan, tarik dan geser

Read more

Sistem Struktural Bangunan

Sistem struktural sebuah bangunan dirancang dan dikonstruksi untuk dapat menyokong dan menyalurkan gaya gravitasi dan beban lateral ke tanah dengan aman tanpa melampaui beban yang diizinkan atau yang dapat ditanggung oleh bagian-bagian sistem struktur itu sendiri. Superstruktur atau struktur atas adalah perpanjangan vertikal bangunan di atas fondasi Kolom, balok, dan dinding penopang menyokong struktur lantai dan atap. Substruktur atau struktur bawah adalah struktur dasar yang membentuk fondasi sebuah bangunan. Ilustrasi Konstruksi Bangunan Franchis D.K. Ching Belajar Gambar Teknik Konstruksi Dari

Read more

Standar Kait Besi Sengkang/ Begel

Mengapa Ujung Kait Sengkang Harus Dibengkokkan? Penggunaan besi yang sesuai dengan standar strukturpun belum menjamin sebuah struktur akan tahan terhadap gempa yang kuat apabila besi beton tidak dirangkai dengan benar. Salah satunya pembengkokan yang harus dilakukan pada ujung kait sengkang atau begel. Ujung kait sengkang ditekuk dan panjang > 6 diameter besi atau > 50 mm adalah untuk mencegah terlepasnya sengkang yang bisa menyebabkan pecahnya struktur beton ketika terjadi goncangan gempa yang kuat

Read more

Pengaruh Inersia Gempa Bumi Terhadap Struktur Bangunan

Gempa bumi tektonik merupakan gejala alam yang telah terbukti mempunyai daya rusak yang hebat. Terjadinya gempa bumi disebabkan hancurnya material kulit bumi di daerah patahan akibat terjadinya pergeseran dua lempeng tektonik yang saling berbeda arah. Hancurnya material kulit bumi tersebut mengakibatkan terpancarnya energi gempa yang menjalar dari pusat gempa (hipocentre) ke permukaan dan dipermukaan bumi. Besarnya gempa tergantung dari waktu ulang (returnperiod) kejadian. Semakin panjang waktu getarnya (energi potensial) maka gempa semakin besar. Bekerjanya gempa pada bangunan dapat diilustrasikan sebagai

Read more