Who We Are

Kampung Drafter bertujuan untuk menjadi sebuah lembaga yang mempunyai dampak sosial bagi peningkatan sumber daya manusia Indonesia, agar menjadi tenaga kerja siap pakai. Kami melakukan hal ini dengan cara memberikan pelatihan praktis di bidang engineering, khusunya di bidang engineering drafting dan desain untuk menghasilkan tenaga drafter siap pakai di bidangnya.

Kampung Drafter Value Proposition

1. Memberikan nilai tambah, khususnya pada lulusan SMA yang tidak bisa melanjutkan kuliah dikarenakan masalah biaya, sehingga mempunyai skill untuk bekerja, dan bisa membiayai dirinya melanjutkan kuliah.

2. Sebagai tempat belajar bagi siapa saja yang tertarik pada dunia engineering untuk menumbuhkan budaya “invention” (penemuan) di masyarakat sehingga kita menjadi bangsa yang mandiri.

Kampung Drafter History

Kampung Drafter dirintis sejak tahun 2011 oleh Muhammad Yusuf yang biasa dipanggil dengan Kang Yusuf dan Dieny Ferbianty yang biasa dipanggil dengan Teh Dini.

kampung drafter

Kang Yusuf – Senior Design Engineer – Founder Kampung Drafter

Kang Yusuf, alumni Politeknik Perkapalan ITS, Surabaya. Setelah sembilan tahun bergabung dengan PT Dirgantara Indonesia, Bandung (dulu PT. IPTN) sebagai Aircraft System Designer, selanjutnya bergabung dengan PT. Motorola Indonesia Jakarta, sebagi Project Engineer. Selanjutnya bergabung dengan sebuah konsultan Engineering Powerplant sebagi Design Engineer, mendesain Boiler baik untuk keperluan PLTU maupun untuk proses produksi di industri. Sekarang Kang Yusuf bergabung dengan perusahaan kontraktor di bidang engineering, dan konstruksi di Bandung untuk pekerjaan-pekerjaan arsitektur, sipil, mekanikal, elektrikal dan pengolahan instalasi air minum (water treatment plant).

Teh Dini, alumni Sastra Jerman UNPAD dan Program Magister Studi Pembangunan ITB, Bandung. Bekerja sebagai Pengawai Negeri Sipil di Pemerintah Kota Bandung, sebagai Tenaga Fungsional Perencana di Bidang Sarana dan Prasarana Infrastruktur Bappeda Kota Bandung

Keduanya mempunyai kepedulian yang tinggi dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, terutama bagi mereka yang kurang beruntung secara ekonomi agar mereka mempunyai nilai tambah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

kampung drafter

Teh Dieny – PNS Pemerintah Kota Bandung – Founder Kampung Drafter

Setelah dua puluh tahun berkecimpung di pekerjaan engineering design dan konstruksi, untuk berbagai macam proyek inrastruktur, Kang Yusuf melihat ada suatu posisi entry level di pekerjaan yang bisa diisi oleh pemula yang belum berpengalaman akan tetapi mempunyai skill dasar menggambar teknik dan menguasai software menggambar AutoCAD, yaitu posisi sebagai tenaga drafter pemula. Di sisi lain Kang Yusuf melihat banyak lulusan lulusan SMA yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena tidak mempunyai biaya dan tidak tahu harus bekerja sebagai apa, karena memang bukan disiapkan untuk bekerja. Dari sinilah timbul ide untuk menjembatani keperluan industri untuk mendapatkan drafter pemula yang siap pakai, dan membekali lulusan SMA yang menganggur dengan kemampuan dasar sebagai drafter yang siap pakai, sekaligus memotivasi mereka untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus lewat melanjutkan kuliah sehingga bisa meningkatkan kualitas dirinya baik dari sisi ekonomi maupun sisi akademisnya.

Dalam perjalanannya, ternyata tidak hanya para lulusan SMA saja yang masih menganggur yang belajar di Kampung Drafter, banyak dari mereka yang putus kuliah karena merasa memilih bidang studi yang tidak sesuai dengan minatnya, sedangkan mereka juga tidak tahu harus kerja ke mana.

Dengan dibekali tidak hanya skill menggambar teknik, tetapi juga dibekali motivasi dan diajari membuat roadmap karir, mereka menjadi termotivasi dan terbuka pikirannya bahwa ada harapan buat mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan untuk mengembangkan dirinya.

Selain itu Kampung Drafter juga menjadi tempat belajar bagi siapa saja yang berminat pada dunia engineering dan teknologi sehingga bisa menumbuhkan budaya menemukan (invention) di masyarakat, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang mandiri.

Inilah dampak sosial yang Kampung Drafter harapkan terjadi di masyarakat!