Kursus Ahli Gambar Teknik Mesin dan Bangunan di Surabaya

Monggo yang mau gabung Kursus AutoCAD 2d dan 3d Siap Kerja untuk Keahlian Gambar Teknik Mein dan Bangunan di Surabaya dan Sidoarjo silahkan bergabung. Anda akan didampingi instruktur senior kami, alumni ITS Surabaya, yang telah berpengalaman selama 20 tahun di berbagai proyek rancang bangun dan konstruksi berstandar internasional. Dengan kemampuan mengajarnya yang sangat bagus memudahkan Anda untuk menguasai materi pelatihan AutoCAD pra kerja dan gambar teknik.

kursus autocad di surabaya
Dokumentasi Kursus AutoCAD Progam Sabtu Minggu di Surabaya Periode Januari.

Monggo yang mau gabung untuk belajar bukan hanya kursus AutoCAD saja akan tetapi juga belajar menjadi Ahli Gambar Teknik Mesin atau Bangunan di Surabaya.

kursus autocad di surabaya
Dokumentasi: Pelatihan AutoCAD Siap Kerja Bidang Keahlian Teknik Mesin atau Arsitektur di Surabaya dan Sidoarjo

Kursus AutoCAD 2D & 3D Ahli Gambar Teknik Mesin Pra Kerja:
– AutoCAD 2D & 3D
– Gambar Teknik
– Gambar Isometri
– Gambar Mesin
– Arrangement, Assembly sampai Gambar Detail Part
– Basic Pipe & Pressure Vessel
– Sambungan Pengelasan
– Project sesuai dengan keperluan masing2 peserta
dengan materi praktis seperti di pekerjaan.

Materi diberikan dari tingkat dasar hingga tingkat lanjut, soal latihan berasal dari projek-projek di industri/dunia kerja dan dibimbing oleh engineer yang berpengalaman. Sangat direkomendasikan bagi yang ingin belajar Autocad siap kerja!

Testimoni Alumni Teknik Elektro ITS

kursus autocad 2d dan 3d di surabaya
Testimoni Peserta Kursus Drafter Teknik Mesin autoCAD 2d dan 3d

Recomended sekali bagi yang ingin mnguasai autocad, terutama bagi pemula, karena di kampung drafter memiliki pengajar profesional dengan pengalaman kerjanya yang luar biasa khususnya di bidang design engineering. Metode belajar di kampung drafter sangat mempermudah saya memahami materi dengan baik dan lebih cepat.

Testimoni Alumni Teknik Mesin ITS

kursus autocad 2d dan 3d
Testimoni Alumni Teknik Mesin ITS

Kursus AutoCAD dan Sketchup Ahli Gambar Teknik Bangunan Pra Kerja:
– AutoCAD & Sketchup
– Gambar Teknik
– Gambar Isometri
– Gambar Konstruksi Bangunan:
– Arsitektural
– Struktural
– Utilitas

“Saya Ibrahim Yudha Bhirawa, dari tidak tau apa apa sampai bisa menggambar detail, menggambar gambar kerja, dll dengan AutoCAD. Menggambar detail modelling 3D dengan SketchUp dalam waktu sesingkat itu, saya sangat bersyukur sekali dan terima kasih banyak bisa kursus di Kampung Drafter ini, bersama pak Yusup 👌. Terima kasih banyak pak yusup semoga ilmu yang bermanfaat ini bisa saya tuangkan di dunia kerja dan menjadi amalan baik saya kedepannya. Sukses Slalu pak Yusup 👌.”

Testimoni Peserta Kursus Drafter Arsitektur

kursus autocad di surabaya
Alumni Peserta Kursus Drafter Arsitektur
kartu pra kerja
Kursus AutoCAD untuk Keahlian Gambar Teknik Mesin dan Arsitektur di Surabaya/ Sidoarjo

Bagi yang akan gabung untuk kelas pelatihan AutoCAD 2d & 3d di Surabaya dan Sidoarjo gambar teknik mesin maupun arsitektur silahkan hub: 085795561584

Simbol Sistem Proyeksi Kuadran Pertama dan Ketiga

sistem proyeksi
Sistem Proyeksi Kuadran Pertama dan Ketiga

Gambar teknik sebagai bahasa untuk berkomunikasi juga mempunyai grammar yang mengaturnya, salah satunya adalah sistem proyeksi yang digunakan. Dalam gambar teknik, sistem proyeksi yang digunakan dicantumkan pada kop gambar. Sistem proyeksi kuadran pertama atau biasa disebut dengan proyeksi Eropa ataukah sistem proyeksi keuadran ketiga atau disebut dengan proyeksi Amerika yang digunakan disimbolkan seperti gambar di bawah ini.

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin dan Bangunan dari Ahlinya
085795561584 (tlp & wa)

Material Fatigue Penyebab Patahnya Poros Kereta Api Versailles

kegagalan struktur
Material Fatigue Pada Kegagalan Struktur Poros Kereta Api Versailles

Perkembangan teknologi transportasi pada awal masa revolusi industri itu tidak sepenuhnya berjalan dengan mulus. Pada sekitar pertengahan abad ke–19 hampir setiap tahun terjadi kecelakaan kereta api akibat kegagalan struktur yang memakan korban jiwa tidak kurang dari 200 korban jiwa pertahun. Pada masa itu, kecelakaan fatal pada umumnya terjadi akibat patahnya poros gandar, rel atau roda, lalu menyebabkan kereta api melaju keluar jalur rel dan kemudian terguling, tabrakan dengan kereta lain atau menabrak jembatan.

Salah satu kejadian yang tercatat sebagai salah satu kecelakaan terburuk pada masa itu adalah kecelakaan kereta api Versailles tanggal 8 Mei 1842. Sebagian besar penumpangnya adalah undangan dan pengunjung acara penghormatan bagi Raja Louis Philippe I di Istana Versailles yang hendak pulang ke Paris. Hari itu rangkaian gerbong lebih panjang dari biasanya, dan akibatnya poros gandar kereta patah saat kereta melewati jalur yang menurun di sekitar Meudon. Lokomotif terguling kemudian terbakar. Korban jiwa yang dilaporkan berkisar antara 46 – 200 orang

Pada masa itu, para peneliti lalu berusaha mengungkap akar masalah penyebab patahnya poros tersebut, dan menemukan bahwa permukaan patahan pada poros tampak berbeda. Itu adalah retak yang merambat akibat beban yang berulang-ulang. Dari observasi diketahui juga bahwa retak berawal dari daerah tempat adanya perubahan diameter poros atau alur pasak. Hal ini kemudian menjadi dasar bagi perancangan struktur yang mengalami beban berulang bolak-balik (beban lelah/ fatigue) agar perubahan geometri dilakukan dengan lebih gradual, dan memberi rekomendasi pembatasan umur pakai poros gandar kereta penumpang maksimum 60.000 km.

Setelah melakukan penelitian selama belasan tahun, pada tahun 1870 August Wöhler menyatakan bahwa rentang amplitudo tegangan sangat pengaruh terhadap umur lelah material dan memperkenalkan diagram yang dapat memprediksi endurance limit, yaitu batas aman perancangan struktur yang mengalami beban lelah. Pada saat itu hampir semua penelitian untuk kasus yang kompleks, seperti poros gandar kereta api, dilakukan secara empiris melalui serangkaian percobaan dan pengujian.

Sumber:
Orasi Ilmiah Guru Besar
Institut Teknologi Bandung, 19 Agustus 2017

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin Langsung dari Ahlinya
085795561584 (tlp & wa)

Multiple Site Fatigue Damage dan Kegagalan Struktur

lelah material
Multiple Site Fatigue Damage

Pada awal abad ke – 20 pesawat udara mulai ditemukan dan teknologi wahana transportasi ini berkembang dengan sangat cepat. Pada masa perkembangannya juga terjadi beberapa kali kegagalan struktur yang menyebabkan kecelakaan fatal. Dua kasus yang cukup terkenal berkaitan dengan kegagalan struktur pesawat adalah kecelakaan BOAC de Havilland Comet tahun 1953 – 1954 dan Aloha Airlines Boeing 737 tahun 1988.

Pesawat Comet adalah pesawat penumpang jet komersial pertama di dunia yang dibuat oleh pabrik de Havilland, Inggris. Pada tahun 1953 – 1954, hanya setahun setelah penerbangan pertamanya, tiga pesawat de Havilland Comet buatan Inggris meledak di udara dan jatuh. Tanggal 2 Mei 1953, Pesawat British Overseas Airways Corporation (BOAC) de Havilland Comet, G-ALYV Flight 783 jatuh di India. Tujuh bulan kemudian, 10 Januari 1954, pesawat BOAC– Comet Flight 781 dengan registrasi G- ALYP, dalam perjalanan dari Roma menuju London, meledak di udara pada ketinggian 27000 feet dan jatuh ke laut tengah dekat pulau Elba. Pada 8 April 1954, pesawat Comet G- ALYY South African Airlines Flight 201, dicarter melalui BOAC, yang terbang dari Ciampino Airport, Roma menuju Kairo hancur di udara, jatuh dari ketinggian 35000 feet di laut dekat Napoli. Seluruh penumpang dan awak pesawat tidak satupun yang selamat.

Setelah kejadian-kejadian itu seluruh pesawat Comet dilarang terbang dan penyelidikan menyeluruh kemudian dilakukan. Pengujian skala penuh dilakukan pada satu pesawat Comet, yaitu pesawat dengan registrasi G-ALYU. Pesawat Comet G-ALYU sudah mengalami 1,230 pressurized flights sebelum pengujian dan setelah tambahan 1,830 siklus tekanan air yang menyerupai tekanan saat terbang, badan pesawat gagal pada daerah sekitar pojok jendela yang berbentuk segi empat, seperti ditunjukkan pada Gambar. Konsentrasi tegangan yang terjadi, jauh lebih tinggi dari pada yang diantisipasi. Hal ini menyebabkan kegagalan lelah material sekitar pojok jendela yang akhirnya menyebabkan sobeknya badan pesawat. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam perancangan struktur pesawat yang mengalami kegagalan akibat beban lelah.

Peristiwa ini membuka mata para insinyur dan perancang struktur
pesawat terbang tentang fenomena multiple site fatigue damage pada pesawat terbang yang sudah berusia tua yang sampai saat itu belum banyak dipahami.

Sumber:
Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung
Profesor tatacipta Dirgantara
19 Agustus 2017

Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin dari Ahlinya
085795561584

LELAH MATERIAL PADA KEGAGALAN STRUKTUR

lelah material
Bahan Kerusakan Akibat Kelelahan

Ketika sebuah struktur menerima beban dinamis secara berulang-ulang (siklis) dalam waktu yang lama, maka akan menyebabkan proses penyelesaian transisi (kelelahan). Dan struktur dapat memecahkan masalah, bahkan memuat, yang bekerja di bawah, menghasilkan titik, malah.

Hal ini adalah kerusakan struktural progresif dan terlokalisasi yang terjadi jika ada bahan yang memperbaiki pembebanan siklikal.

Bahan Kegagalan Struktur Akibat Kelelahan

Pada tanggal 28 April 1988, pesawat Aloha Airlines Boeing 737-200 terbang menuju Honolulu, membawa 90 penumpang dan lima awak pesawat. Cuaca saat itu cerah dan pada saat pesawat sedang berada di ketinggian jelajah 24000 kaki (7300 m). Sekitar 43 km tenggara Kahului, Maui, setengah bagian atas kulit badan pesawat, sepanjang 5,6 m dari belakang kokpit hingga dengan sayap bagian depan, tiba-tiba terkelupas, seperti terlihat pada gambar. Pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan penuh, dan seluruh penumpang dan bangun pesawat selamat keluar dari seorang pramugari yang sedang berdiri terlempar dari pesawat.

Saat terjadi kecelakaan, pesawat ini sudah cukup tua, pindah 19 tahun dan memperbaiki 89.680 siklus terbang. Keselamatan Transportasi Nasional AS (Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat) yang menyebabkan kecelakaan ini terkelupasnya kulit badan pesawat yang disebabkan kelelahan logam.

“Mekanisme kegagalan adalah hasil dari beberapa retak lokasi kelelahan pada kulit yang berdekatan dengan lubang paku keling di sepanjang pangkuan bersama sambungan paku keling dan pembongkaran tali sobek yang meniadakan karakteristik gagal-aman dari badan pesawat.”

Kegagalan struktur badan pesawat Aloha ini dimulai dari sambungan paku keling pada pelat kulit badan pesawat. Pada kulit ini diambil ulang di tempat banyak di sekitar lubang paku keling baris pertama. Retak tersebut kemudian tiba-tiba saling menyambung, merambat dengan cepat, dan memindahkan terkelupasnya kulit badan pesawat. (Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung 19 Agustus 2017)

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Mesin dari Ahlinya
085795561584 (tlp & wa)