Kursus AutoCAD Gambar Perancangan Teknik Mesin 2D 3D untuk Persiapan Kerja

Setelah lulus dari SMK jurusan teknik mesin, atau politeknik atau pendidikan vokasi maupun sarjana untuk persiapan bekerja sebagai drafter atau designer, atau engineer baik design engineer, site engineer maupun project engineer mengikuti kursus AutoCAD Drafter Teknik Gambar Mesin adalah akan sangat menunjang agar segera mendapatkan pekerjaan. Karena penguasaan gambar teknik mesin dan manufaktur adalah keharusan dalam pekerjaan.

kursus gambar teknik mesin
Teguh dan Budi Perdana KusumahMahasiswa Teknik Mesin ITS

Bagaimana Anda akan bisa mengerjakan tugas sebagai engineer bila tidak faham gambar teknik mesin?

kursus autocad mesin
Testimoni Alumni Program Teknik Gambar Mesin

Kursus Yang Bagaimana Yang Harus Anda Ambil? Kursus AutoCAD saja belum cukup. Harus juga dilengkapi materi gambar teknik beserta penerapannya dalam pekerjaan rancang bangun teknik mesin.

kursus autocad teknik mesin
Materi Kursus Drafter AutoCAD untuk Gambar Teknik Mesin

Gambar teknik mesin adalah sangat khusus dan detil. Anda tidak akan bisa mendapatkan materi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan, bila tidak belajar dari orang yang memang sudah pernah terlibat di pekerjaan rancang bangun teknik mesin. Mata kuliah yang pernah kita dapatkan sewaktu belajar gambar teknik (gamtek) dan gambar mesin (gamsin) baru dasar. Dalam praktek pekerjaan rancang bangun teknik mesin jauh lebih menantang. Di mulai dari gambar arrangement yang merupakan gambar induk, yang selanjutnya harus kita break down menjadi gambar sub arrangement sesuai dengan sistemnya masing-masing, dari gambar sub arrangement harus dibreak down lagi menjadi gambar assembly, sub assembly sampai single part drawing. Yang tentunya hal ini tidak akan Anda dapatkan kalau Anda hanya ikut kursus AutoCAD saja.

kursus autocad itenas
Testimoni Alumni Teknik Mesin ITENAS

Demikian juga bagaimana cara menunjukan berbagai detil sambungan pengelasan yang digunakan. Mengatur skala gambar arrangement, assembly sampai gambar detil. Membuat berbagai gambar potongan/ irisan sehingga rancangan kita menjadi jelas. Instruktur yang memang berpengalaman terlibat di pekerjaan perancanganlah yang akan bisa memberikan memberikan materi ini dengan baik. Di kursus AutoCAD Drafter teknik mesin dan manufaktur ini Anda akan mendapat sharing dari ahlinya.

kursus gambar aeronotika
Testimoni Alumni Teknik Mesin dan Aeronotika ITB

Juga bagaimana membuat penomoran gambar rancangan sehingga mempermudah dalam mengelola manajemen gambar rancangan. Dan masih banyak detil-detil lainnya. Yang tentu agar benar-benar mendapatkan semua materi tadi dengan baik maka belajar dengan materi kursus yang dipersiapkan oleh praktisi yang berpengalaman terlibat dalam pekerjaan rancang bangun teknik mesin akan benar-benar membuat Anda siap untuk bekerja. Di paket kursus AutoCAD Drafter ini Instruktur yang berpengalaman di berbagai proyek pekerjaan perancangan teknik mesin akan membagikan pengalamannya selama bekerja kepada Anda.

kursus teknik mesin
Testimoni Alumni Teknik Mesin, Politeknik Negeri Indramayu

Jadi bagi Anda yang masih kuliah di jurusan teknik mesin, atau sudah lulus tapi belum bekerja, atau yang sudah bekerja dan ingin menguasai keahlian gambar teknik mesin yang benar-benar sesuai dengan standar penggambaran internasional baik ISO, ANSI, JIS dll paket kursus AutoCAD Drafter teknik mesin 2D dan 3D di Kampung Drafter adalah pilihan terbaik Anda. Instruktur yang telah berpengalaman dalam rancang bangun pesawat terbang, power plant, water treatment, dan perancangan manufaktur berstandar internasional akan mendampingi Anda belajar dari NOL sampai siap bekerja.

Review Alumni Teknik Elektro ITS Yang Belajar Gambar Perancangan Teknik Mesin

Informasi lebih lanjut mengenai prpgram pelatihan pra kerja AutoCAD Drafter Teknik Mesin 2D dan 3D ini silahkan hub lewat whatsapp.

Simbol Sistem Proyeksi Kuadran Pertama dan Ketiga

sistem proyeksi
Sistem Proyeksi Kuadran Pertama dan Ketiga

Gambar teknik sebagai bahasa untuk berkomunikasi juga mempunyai grammar yang mengaturnya, salah satunya adalah sistem proyeksi yang digunakan. Dalam gambar teknik, sistem proyeksi yang digunakan dicantumkan pada kop gambar. Sistem proyeksi kuadran pertama atau biasa disebut dengan proyeksi Eropa ataukah sistem proyeksi keuadran ketiga atau disebut dengan proyeksi Amerika yang digunakan disimbolkan seperti gambar di bawah ini.

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin dan Bangunan dari Ahlinya
085795561584 (tlp & wa)

Material Fatigue Penyebab Patahnya Poros Kereta Api Versailles

kegagalan struktur
Material Fatigue Pada Kegagalan Struktur Poros Kereta Api Versailles

Perkembangan teknologi transportasi pada awal masa revolusi industri itu tidak sepenuhnya berjalan dengan mulus. Pada sekitar pertengahan abad ke–19 hampir setiap tahun terjadi kecelakaan kereta api akibat kegagalan struktur yang memakan korban jiwa tidak kurang dari 200 korban jiwa pertahun. Pada masa itu, kecelakaan fatal pada umumnya terjadi akibat patahnya poros gandar, rel atau roda, lalu menyebabkan kereta api melaju keluar jalur rel dan kemudian terguling, tabrakan dengan kereta lain atau menabrak jembatan.

Salah satu kejadian yang tercatat sebagai salah satu kecelakaan terburuk pada masa itu adalah kecelakaan kereta api Versailles tanggal 8 Mei 1842. Sebagian besar penumpangnya adalah undangan dan pengunjung acara penghormatan bagi Raja Louis Philippe I di Istana Versailles yang hendak pulang ke Paris. Hari itu rangkaian gerbong lebih panjang dari biasanya, dan akibatnya poros gandar kereta patah saat kereta melewati jalur yang menurun di sekitar Meudon. Lokomotif terguling kemudian terbakar. Korban jiwa yang dilaporkan berkisar antara 46 – 200 orang

Pada masa itu, para peneliti lalu berusaha mengungkap akar masalah penyebab patahnya poros tersebut, dan menemukan bahwa permukaan patahan pada poros tampak berbeda. Itu adalah retak yang merambat akibat beban yang berulang-ulang. Dari observasi diketahui juga bahwa retak berawal dari daerah tempat adanya perubahan diameter poros atau alur pasak. Hal ini kemudian menjadi dasar bagi perancangan struktur yang mengalami beban berulang bolak-balik (beban lelah/ fatigue) agar perubahan geometri dilakukan dengan lebih gradual, dan memberi rekomendasi pembatasan umur pakai poros gandar kereta penumpang maksimum 60.000 km.

Setelah melakukan penelitian selama belasan tahun, pada tahun 1870 August Wöhler menyatakan bahwa rentang amplitudo tegangan sangat pengaruh terhadap umur lelah material dan memperkenalkan diagram yang dapat memprediksi endurance limit, yaitu batas aman perancangan struktur yang mengalami beban lelah. Pada saat itu hampir semua penelitian untuk kasus yang kompleks, seperti poros gandar kereta api, dilakukan secara empiris melalui serangkaian percobaan dan pengujian.

Sumber:
Orasi Ilmiah Guru Besar
Institut Teknologi Bandung, 19 Agustus 2017

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin Langsung dari Ahlinya
085795561584 (tlp & wa)

Multiple Site Fatigue Damage dan Kegagalan Struktur

lelah material
Multiple Site Fatigue Damage

Pada awal abad ke – 20 pesawat udara mulai ditemukan dan teknologi wahana transportasi ini berkembang dengan sangat cepat. Pada masa perkembangannya juga terjadi beberapa kali kegagalan struktur yang menyebabkan kecelakaan fatal. Dua kasus yang cukup terkenal berkaitan dengan kegagalan struktur pesawat adalah kecelakaan BOAC de Havilland Comet tahun 1953 – 1954 dan Aloha Airlines Boeing 737 tahun 1988.

Pesawat Comet adalah pesawat penumpang jet komersial pertama di dunia yang dibuat oleh pabrik de Havilland, Inggris. Pada tahun 1953 – 1954, hanya setahun setelah penerbangan pertamanya, tiga pesawat de Havilland Comet buatan Inggris meledak di udara dan jatuh. Tanggal 2 Mei 1953, Pesawat British Overseas Airways Corporation (BOAC) de Havilland Comet, G-ALYV Flight 783 jatuh di India. Tujuh bulan kemudian, 10 Januari 1954, pesawat BOAC– Comet Flight 781 dengan registrasi G- ALYP, dalam perjalanan dari Roma menuju London, meledak di udara pada ketinggian 27000 feet dan jatuh ke laut tengah dekat pulau Elba. Pada 8 April 1954, pesawat Comet G- ALYY South African Airlines Flight 201, dicarter melalui BOAC, yang terbang dari Ciampino Airport, Roma menuju Kairo hancur di udara, jatuh dari ketinggian 35000 feet di laut dekat Napoli. Seluruh penumpang dan awak pesawat tidak satupun yang selamat.

Setelah kejadian-kejadian itu seluruh pesawat Comet dilarang terbang dan penyelidikan menyeluruh kemudian dilakukan. Pengujian skala penuh dilakukan pada satu pesawat Comet, yaitu pesawat dengan registrasi G-ALYU. Pesawat Comet G-ALYU sudah mengalami 1,230 pressurized flights sebelum pengujian dan setelah tambahan 1,830 siklus tekanan air yang menyerupai tekanan saat terbang, badan pesawat gagal pada daerah sekitar pojok jendela yang berbentuk segi empat, seperti ditunjukkan pada Gambar. Konsentrasi tegangan yang terjadi, jauh lebih tinggi dari pada yang diantisipasi. Hal ini menyebabkan kegagalan lelah material sekitar pojok jendela yang akhirnya menyebabkan sobeknya badan pesawat. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam perancangan struktur pesawat yang mengalami kegagalan akibat beban lelah.

Peristiwa ini membuka mata para insinyur dan perancang struktur
pesawat terbang tentang fenomena multiple site fatigue damage pada pesawat terbang yang sudah berusia tua yang sampai saat itu belum banyak dipahami.

Sumber:
Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung
Profesor tatacipta Dirgantara
19 Agustus 2017

Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin dari Ahlinya
085795561584

LELAH MATERIAL PADA KEGAGALAN STRUKTUR

lelah material
Bahan Kerusakan Akibat Kelelahan

Ketika sebuah struktur menerima beban dinamis secara berulang-ulang (siklis) dalam waktu yang lama, maka akan menyebabkan proses penyelesaian transisi (kelelahan). Dan struktur dapat memecahkan masalah, bahkan memuat, yang bekerja di bawah, menghasilkan titik, malah.

Hal ini adalah kerusakan struktural progresif dan terlokalisasi yang terjadi jika ada bahan yang memperbaiki pembebanan siklikal.

Bahan Kegagalan Struktur Akibat Kelelahan

Pada tanggal 28 April 1988, pesawat Aloha Airlines Boeing 737-200 terbang menuju Honolulu, membawa 90 penumpang dan lima awak pesawat. Cuaca saat itu cerah dan pada saat pesawat sedang berada di ketinggian jelajah 24000 kaki (7300 m). Sekitar 43 km tenggara Kahului, Maui, setengah bagian atas kulit badan pesawat, sepanjang 5,6 m dari belakang kokpit hingga dengan sayap bagian depan, tiba-tiba terkelupas, seperti terlihat pada gambar. Pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan penuh, dan seluruh penumpang dan bangun pesawat selamat keluar dari seorang pramugari yang sedang berdiri terlempar dari pesawat.

Saat terjadi kecelakaan, pesawat ini sudah cukup tua, pindah 19 tahun dan memperbaiki 89.680 siklus terbang. Keselamatan Transportasi Nasional AS (Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat) yang menyebabkan kecelakaan ini terkelupasnya kulit badan pesawat yang disebabkan kelelahan logam.

“Mekanisme kegagalan adalah hasil dari beberapa retak lokasi kelelahan pada kulit yang berdekatan dengan lubang paku keling di sepanjang pangkuan bersama sambungan paku keling dan pembongkaran tali sobek yang meniadakan karakteristik gagal-aman dari badan pesawat.”

Kegagalan struktur badan pesawat Aloha ini dimulai dari sambungan paku keling pada pelat kulit badan pesawat. Pada kulit ini diambil ulang di tempat banyak di sekitar lubang paku keling baris pertama. Retak tersebut kemudian tiba-tiba saling menyambung, merambat dengan cepat, dan memindahkan terkelupasnya kulit badan pesawat. (Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung 19 Agustus 2017)

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Mesin dari Ahlinya
085795561584 (tlp & wa)