Pelatihan AutoCAD 2D 3D, Sketchup, Enscape, Solidworks, Inventor, RAB, Ahli Gambar Teknik Mesin, Arsitektur dan Interior, di Bandung, Surabaya, Jakarta, Depok, Bekasi, Kediri
Bulk forming adalah proses severe deformation dalam pengerjaan logam untuk menghasilkan perubahan bentuk yang masif. Kevbanyakan dikerjan melalui proses pengerjaan pnas.
Secara dasar Proses pengerjaan logam melalui bulk forming terdiri dari:
Rolling
Extrusion
Forging
Wire Drawing
Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin dari Ahlinya
085795561584
Pada proses pembentukan logam, untuk mendapatkan bentuk-bentuk yang diinginkan, dilakukan pemberian gaya sampai terjadi deformsi plastis pada benda kerja.
Deformasi Plastis Pada Metal Forming
Biasanya digunakan tool berupa cetakan (die) dengan bentuk yang diinginkan dengan diberikan gaya tekan sampai melewati tegangan luluh (yield strength) material sehingga terjadi bentuk sesuai dengan cetakan karena terjadi deformasi plastis.
Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin dari Ahlinya
085795561584
Plasma cutting adalah mesin potong logam yang bekerja dengan menggunakan panas yang didapat dari sinar laser berkonsentrasi tinggi dimana tingkat kedalamannya diatur sesuai dengan tebalnya plat yang akan dipotong. Cara mengoperasikannya, biasanya menggunakan CNC atau teknologi robot yang bekerja dengan pemrograman komputer secara otomatis, sehingga dihasilkan pemotongan yang cepat dan presisi.
Cara Kerja mesin plasma cutting:
Gas invert ditiup dengan kecepatan yang tinggi dari nozel, dan pada saat yang sama busur listrik terbentuk melalui gas dari nozel ke permukaan yang hendak dipotong, kemudian sebagian gas itu berubah menjadi plasma panas untuk mencairkan logam dan bergerak sehingga logam terpotong. Nozel merupakan suatu bagian dari torch plasma yang memiliki fungsi untuk memicu arus listrik dan menyemburkan gas. Nozel plasma ini terletak di paling ujung torch plasma.
Kenapa Titanium digunakan sebagai plat implant dalam proses penyambungan patah tulang?
Pada proses penyatuan kembali tulang yang patah, digunakan plat implant sebagai pemegang tulang yang patah sekaligus sebagai pengganti penahan beban selama proses fiksasi tulang yang patah. Material yang digunakan disebut dengan biomaterial, salah satunya adalah Titanium. Sebagai biomaterial metalik titanium mempunyai karakteristik;
– Biokompatibilitas; bisa diterima oleh tubuh.
– Densitas rendah; ringan
– Tahan korosi; cairan tubuh bersifat korosif
– Mempunyai sifat mekanis yang baik; kekuatan tarik (tensile strength), kekuatan fatik (fatigue strength) dan ketangguhan terhadap keretakan (fracture toughness)
– Mudah dalam proses manufakturnya
– Mempunyai kemampuan melekat ke tulang yang disebut osseointegration, yaitu tulang berkontak langsung dengan permukaan implant sehingga terjadi pertumbuhan tulang disekitar implant.
Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat Kampung Drafter
Tempat Belajar Gambar Konstruksi dari Ahlinya
085795561584
Mengapa Pada Tikungan Jalan Dibuat Miring ke Dalam?
Geometri Jalan Melingkar Miring Ke dalam
Ketika kendaraan bergerak menikung (melingkar) maka akan bekerja gaya sentrifuga yang bekerja mendorong atau menarik objek dari pusat rotasi (sebagai perlawana terhadap gaya sentripetal yang bekerja ke arah pusat rotasi. Pada kasus jalanan miring, gaya sentrifugal adalah gaya yang mendorong ke arah luar lingkaran.
Pada saat menikung maka kendaraan sedang membuat gerak melingkar, meski tidak utuh. Pada kondisi jalanan rata, hal ini dapat membuat pengendara seakan terdorong ke luar tikungan, atau ada gaya yang malah memaksa kendaraan untuk lurus (menjauhi pusat rotasi).
Di sinilah fungsi jalanan yang miring. Kemiringan dibutuhkan untuk menahan, atau minimal mengurangi gaya sentrifugal yang memaksa kendaraan keluar lintasan. Secara empiris ini jelas terasa. Beban yang ditanggung di tangan ketika pegang stir atau stang akan jauh lebih ringan.
Untuk menentukan kemiringan ada hitung-hitungannya sendiri. Namun yang jelas, ia ditentukan berdasarkan kecepatan kendaraan. Semakin cepat rata-rata kendaraan yang melewatinya, maka sudut kemiringan akan semakin besar. Membuat jalan bukan perkara menempelkan aspal saja.
Kemiringan pada jalan yang menikung berguna untuk menahan atau mengurangi gaya sentrifugal sehinga kendaraan tidak akan terlempar keluar jalan.
Kemirinan akan dibuat lebih tinggi dan lebih luas pada jalur cepat, karena jika kecepatan tinggi masih ada gaya sentrifugal yang tersisa sehingga jalan dibuat lebih luas.