Anda Berhak Sukses Belajar Gambar Teknik di Kampung Drafter

KAMPUNG DRAFTER: TEMPAT DI MANA MIMPI DIBENTUK, KETERAMPILAN DITEMPA, DAN MASA DEPAN DIBANGUN

Di dunia industri, bukan sekadar ide yang membangun sesuatu—tetapi keterampilan untuk mewujudkannya. Kampung Drafter hadir bukan hanya untuk mengajarkan cara menggambar teknik, tetapi untuk mencetak generasi yang siap berkontribusi, siap bersaing, dan siap menjadi bagian dari perubahan besar di dunia industri.

kursus autocad
Kursus AutoCAD, SketchUp, Enscape, dan SolidWorks untuk Drafter, Desainer dan Engineer—Rancang Bangun Arsitektur, Interior, dan Teknik Mesin di Bandung, Depok, Surabaya, & Kediri

💡 Setiap gedung pencakar langit, setiap kendaraan, setiap mesin yang menggerakkan dunia—semuanya berawal dari sebuah gambar teknik.

Kami percaya, keterampilan bukan hanya untuk mereka yang punya latar belakang teknik. Di Kampung Drafter, semua orang bisa belajar, semua orang bisa berkembang. Kami memulai dari titik nol, mengenalkan titik, garis, lingkaran, segi empat—hingga akhirnya mampu menyusun gambar kompleks yang memenuhi standar industri.

🔥 Lebih dari sekadar CAD—kami membangun pola pikir.
🚀 Belajar dari dasar hingga siap kerja.
💡 Setiap garis yang Anda buat bukan sekadar coretan, tetapi solusi bagi dunia nyata.


🎯 Metode Belajar yang Adaptif dan Personal

Kami tahu bahwa setiap orang memiliki ritme belajar yang berbeda. Di Kampung Drafter, tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terburu-buru. Setiap peserta akan dibimbing dengan pendekatan personal, memastikan mereka memahami setiap konsep sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Tutor kami tidak hanya mengajar, tetapi juga menuntun, mendukung, dan memastikan setiap peserta berkembang sesuai dengan kecepatan terbaik mereka sendiri.

Dari nol hingga mahir.
Dari pemula hingga siap kerja.
Dari sekadar belajar hingga benar-benar menguasai.


🚀 Lebih dari Sekadar Pelatihan—Kita Bangun Ekosistem!

Kampung Drafter bukan hanya tempat belajar, tetapi juga sebuah komunitas besar yang saling mendukung. Kami membangun jaringan para profesional, berbagi ilmu, membuka peluang karir, dan memastikan bahwa setiap lulusan memiliki bukti nyata kompetensi mereka dalam bentuk portofolio profesional.

💼 Kami bukan hanya mengajarkan how to draw, tetapi how to thrive.
🌍 Kami bukan hanya mencetak tenaga kerja, tetapi mencetak pemimpin masa depan.
🔥 Kami bukan hanya menggambar, tetapi membangun peradaban.


🚀 Dunia ini tidak dibangun oleh mereka yang hanya bermimpi.
Dunia ini dibangun oleh mereka yang memiliki keterampilan untuk mewujudkannya.

Siap jadi bagian dari perubahan? Selamat datang di Kampung Drafter. 💥✨

Maba Arsitektur Wajib Bisa AutoCAD! Kalau Nggak, Siap Ketinggalan?

Buat kamu yang baru masuk dunia arsitektur, ada satu skill yang nggak boleh diabaikan: AutoCAD! Ini bukan sekadar software, tapi senjata wajib untuk menuangkan ide brilianmu ke dalam desain yang presisi. Kalau kamu masih ragu, yuk simak kenapa AutoCAD adalah kunci sukses di dunia arsitektur!

autocad
Mau Jadi Arsitek Andal? AutoCAD Itu Wajib, Bukan Pilihan!

1. Bahasa Wajib di Dunia Arsitektur

Bayangkan kamu punya ide desain keren, tapi nggak bisa dituangkan ke dalam gambar kerja? Di dunia arsitektur, AutoCAD adalah bahasa universal yang digunakan para profesional. Menguasainya sejak awal akan bikin kamu lebih siap dan percaya diri menghadapi proyek-proyek besar!

2. Akurasi Tinggi, Nggak Ada Lagi “Kira-Kira”

Arsitektur butuh presisi! Dengan AutoCAD, kamu bisa menggambar dengan akurasi tinggi dan skala yang tepat, memastikan desainmu bisa direalisasikan dengan sempurna. Nggak ada lagi asal gambar yang bikin proyek gagal karena kesalahan perhitungan!

3. Kerja Lebih Cepat, Desain Lebih Profesional

Daripada menghabiskan waktu menggambar manual, AutoCAD bikin proses desain lebih cepat, efisien, dan pastinya lebih rapi! Plus, file-nya bisa dengan mudah dikirim ke dosen, tim proyek, atau klien tanpa ribet.

4. Modal Penting Buat Karier Masa Depan

Fakta penting: Hampir semua firma arsitektur pakai AutoCAD! Jadi kalau kamu nggak menguasainya, siap-siap tersingkir dari persaingan kerja. Semakin cepat kamu belajar, semakin besar peluang suksesmu nanti!

Kesimpulan: Siap Jadi Arsitek Profesional? Mulai dari AutoCAD!

Jangan sampai ketinggalan! AutoCAD bukan cuma tugas kuliah, tapi kunci masa depanmu sebagai arsitek hebat. Kuasai sekarang, dan buktikan kalau kamu siap bersaing di dunia arsitektur yang sesungguhnya!

Membuat Segitiga Siku-siku dan Teorema Pitagoras

konstruksi geometri
Konstruksi Geometri Segitiga Siku-siku

Geometri mempelajari ukuran dan bentuk benda, hubungan antara garis lurus dan melengkung dalam bentuk gambar. Pada zaman kuno geometri digunakan untuk mengukur tanah dan pembuatan sudut siku-siku ketika membuat bangunan. Pada waktu pembangunan piramida, Orang Mesir kuno membuat sudut siku-siku dengan menggunakan tali yang ditandai dengan simpul pada setiap 3, 4, dan 5 bagian dengan cara menarik tali yang diikatkan pada pasak yang ditancapkan ke dalam tanah.

Pada abad ke 6 SM, Pitagoras mempelajari cara ini untuk mendapatkan sudut siku-siku dan membuktikannya bahwa segitiga dengan formasi 3,4,5 menghasilkan sudut siku-siku. Teori (a2 + b2 = c2 ) disebut dengan Teori Pitagoras.

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin dan Bangunan dari Ahlinya
085795561584

Kekokohan dan Stabilitas Geometri Segitiga Pada Rancangan Arsitektur

Segitga sama sisi adalah bentuk poligon yang paling sederhana, hanya terdiri dari tiga garis yang sama panjang yang terhubung pada tiga simpul. Sebuah bidang tidak akan bisa terbentuk hanya dengan dua buah garis, dibutuhkan tiga garis. Segitiga adalah simbol harmoni dan kesadaran manusia.

geometri segitiga
konstruksi Geometri segitiga pada struktur jembatan baja

Geometri dan arsitektur adalah dua disiplin ilmu yang secara fundamental terkait. Salah satu bentuk geometris yang paling dikenal adalah segitiga. Segitiga diidentifikasikan oleh tiga sudut yang dihubungkan melalui segmen garis untuk membentuk bentuk tiga sisi. Dua bentuk segitiga paling umum yang digunakan dalam arsitektur adalah sama sisi dan sama kaki.

segitiga arsitektur
Geometri Segita Pada Desain Struktur Hearst Tower Manhattam

Wujud dan pola segitiga sering digunakan dalam sistem struktur karena memberikan kekuatan dan stabilitas. konfigurasinya tidak dapat digeser tanpa membengkokkan atau merusak salah satu dari ketiga sisinya.

geometri segitiga
Segitiga Pada Desain Arsitektur Struktur 30 St. Mary Axe London

Dari sudut padang visual murni, wujud segitiga juga stabil ketika berdiri pada salah satu sisinya. Akan tetapi, jika diminta berdiri pada salah satu titiknya, wujud segitiga menjadi dinamis. Ia dapat muncul pada keadaan keseimbangan yang statis atau menyiratkan gerakan karena ia cenderung berada pada salah satu sisinya.

segitiga arsitektur geometri
Geometri Segitiga Pada Desain Arsitektur 30 St. Mary Axe

Ciri dinamis wujud segitiga tersebut juga karena hubungan berujung tajam ketiga sisinya. Karena sudut ini dapat beragam besarnya, segitiga lebih fleksibel daripada persegi dan persegi panjang. Selain itu, segitiga dapat dengan nyaman dikombinasikan unetuk membentuk sejumlah persegi, kotak, dan wujud poligon lain yang tak terbatas.

Sumber: Desain Interior dengan Ilustrasi, Francis D.K. Ching. Corry Binggeli

Salam Jabat Erat

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Bangunan dari Ahlinya
085795561584

Gedung Dwi Warna, Saksi Sejarah KAA

GEDUNG Dwi Warna, bangunan kuno yang berlokasi di Jalan Diponegoro No. 59 Bandung merupakan salah satu “saksi sejarah” Konferensi Asia-Afrika (KAA), 50 tahun silam. Seperti dilansir situs www.arsitekturindis.com, nama “Dwi Warna” diberikan secara khusus oleh Bung Karno, setelah Negara Pasundan bersatu kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 1949.

Akan tetapi, berdasarkan situs Bandung Heritage, nama “Dwi Warna” justru diberikan Bung Karno saat memeriksa persiapan terakhir menyambut pelaksanaan KAA sekira tanggal 17 April 1955.

Gedung ini pernah menjadi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat dan gedung Sekretariat KAA Tahun 1955. Seusai KAA, bangunan ini dijadikan sebagai Kantor Pusat Pensiunan dan Pegawai, lalu Kantor Pusat Administrasi Belanja Pegawai yang namanya Subdirektorat Pengumpulan Data Seluruh Indonesia. Kini, gedung tersebut dipergunakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan RI Kantor Wilayah XII Bandung.

Gedung tersebut dibangun pada tahun 1940 di bawah pengawasan Technische Dients Voor Stadsgemeente Bandung dan diperuntukkan sebagai tempat dana pensiun seluruh Indonesia. Pada waktu Pemerintahan Jepang berkuasa di Indonesia, gedung itu dipergunakan sebagai Gedung Kempeitai. Kemudian pada masa pendudukan Belanda berfungsi sebagai Gedung “Recomba”, dan pada masa Negara Pasundan dipakai sebagai gedung Parlemen Negara Pasundan. Di gedung ini pula dilakukan demonstrasi menuntut pembubaran Negara Pasundan agar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lima puluh tahun silam, beberapa bulan sebelum KAA digelar, Indonesia membentuk sekretariat konferensi yang beranggotakan perwakilan negara-negara penyelenggara. Itu tadi, sekretariat bertempat di Gedung Dana Pensiun (kini Gedung Dwi Warna) Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Roeslan Abdulgani menjadi ketua, sedangkan 4 posisi lainnya dijabat oleh sejumlah perwakilan negara-negara penyelenggara. U Mya Sein dari Burma, M. Saravanamuttu dari Srilanka, B.F.H.B. Tyobji dari India, dan Choudhri Khaliquzzaman dari Pakistan. Di dalam sekretariat itu, terdapat 10 staf yang melaksanakan pekerjaan sehari-hari, terdiri dari 2 orang Birma, seorang dari Srilanka, 2 orang India, 4 orang Indonesia, dan seorang dari Pakistan.

Pemerintah Indonesia sendiri, sekira tanggal 11 Januari 1955, membentuk Panitia Interdepartemental. Kendati demikian, seminggu sebelumnya, di Bandung, dibentuk panitia lokal dan dipimpin oleh Sanusi Hardjadinata, Gubernur Jawa Barat kala itu. Seperti dilansir situs www.bandungheritage.org, panitia tersebut bertugas mempersiapkan sekaligus melayani soal-soal yang bertalian dengan akomodasi, logistik, transportasi, kesehatan, komunikasi, keamanan, hiburan, protokoler, penerangan, dan sebagainya.

Selain menjadi tempat sekretariat konferensi, sebagian lahan di gedung tersebut juga dipergunakan para delegasi untuk bersidang (bersama dengan Gedung Concordia). Komisi Politik, Komisi Ekonomi, dan Komisi Kebudayaan bermusyawarah di gedung tersebut. Nah, dalam kesempatan memeriksa persiapan terakhir di Bandung pada tanggal 17 April 1955, Bung Karno meresmikan penggantian nama Gedung Concordia menjadi Gedung Merdeka, Gedung Dana Pensiun menjadi Gedung Dwi Warna, dan sebagian Jalan Raya Timur menjadi Jalan Asia Afrika. Penggantian nama tersebut dimaksudkan untuk lebih menyemarakkan konferensi dan menciptakan suasana konferensi yang sesuai dengan tujuan konferensi.

Jika menyimak “rekam jejak” tersebut, pantas jika Gedung Dwi Warna dijadikan sebagai salah sebuah tempat yang layak dikunjungi oleh rombongan peserta “The 2nd Asian-African Conference” dalam “napak tilas” yang direncanakan berlangsung Minggu (24/4) mendatang.

Akan tetapi, berdasarkan percakapan “PR” dengan salah seorang staf Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan Kantor Wilayah XII Bandung (lembaga yang kini menempati gedung itu), pihaknya belum menerima pemberitahuan jika gedung tersebut akan dikunjungi.

“Sampai sekarang, kami belum menerima pemberitahuan apapun (baik lisan maupun tertulis) jika gedung ini akan dikunjungi,” ungkap Djono, staf Tata Usaha dan Rumah Tangga lembaga tersebut kepada “PR”. Benarkah begitu? (Hazmirullah/”PR”)***

Sumber: Pikiran Rakyat, Kamis, 21 April 2005.