Perancang Juga Mempertimbangkan Proses Manufaktur Rancangannya

Dalam proses perancangan teknik mesin, seorang perancang, juga harus mempunyai pertimbangan mengenai kemampuan proses manufaktur dari workshop diperusahaannya. Pertimbangan bentuk geometri sampai pertimbangan pemilihan materialnya juga. Apakah akan dikerjakan di workshop perusahaan sendiri atau kalau tidak mampu bisa memilih workshop di luar perusahaan untuk proses manufakturnya.

proses manufaktur
Gambar Hanya Ilustrasi Letak APU di Ekor Pesawat

Saya mempunyai pengalaman ketika melakukan perancangan inlet duct mesin turbin gas (APU: Auxiliary Power Unit). Menyesuaikan bentuk ekor pesawat serta posisi turbin, serta tuntutan tipe aliran fluidanya. membuat bentuk geometri ducting menjadi cukup rumit. Perubahan bentuk dari segi empat ke lingkaran silinder yang harus smooth. Juga belokan-belokan yang ada juga harus diselesaikan dalam pemilihan bentuk geometri ductingnya. Juga tidak kalah penting pertimbangan proses manufaktur dan maintence dikemudian hari. Pada prototipe pertama material yang saya gunakan adalah stainless steel. Karena kriteria design dari ducting material yang dipilih haruslah fire proof. Apabila terjadi kebakaran maka material, baru akan kebakar ketika sudah 15 menit. Karena material sangat keras maka bentuk ducting tidak bisa leluasa, pihak wokshop akan kesulitan melakukan proses manufakturnya, bahkan karena material sangat keras pihak wokshop menginformasikan menghabiskan mata bor banyak ketika membuat lubang-lubang baut di flange.

Setelah dilakukan ujicoba ternyata hasil pembakaran di mesin turbin hasilnya tidak bagus, yang disebabkan terjadinya turbulensi aliran udara ketika melewati inlet duct. Sehingga pada perancangan prototipe kedua saya memilih material komposit (fiber), untuk membuat inlet duct. Untuk memenuhi kriteria design, juga dipiliha material yang fir proof juga. Karena rancangannya berbahan komposit maka proses manufaktur di workshop juga lebih mudah. Waktu itu tool designer di workshop membuat cetakannya dari bahan sejenis gypsum. Yang ketika lapisan komposit sudah kering cetakan gipsum dihancurkan.

Jadi bagi selain kriteria design yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan material bagi perancang ketika melakukan proses perancangan adalah juga mempertimbangankan kemampuan proses manufaktur di workshop. Dan bila berminat mengikuti kursus perancangan teknik mesin Anda bisa menghubungi kami lewat whatsapp.

Semoga Bermanfaat

Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Perancangan Teknik Mesin dan Manufaktur dari Ahlinya
085795561584

kursus autocad teknik mesin
Materi Kursus Drafter AutoCAD untuk Gambar Teknik Mesin

Multiple Site Fatigue Damage dan Kegagalan Struktur

lelah material
Multiple Site Fatigue Damage

Pada awal abad ke – 20 pesawat udara mulai ditemukan dan teknologi wahana transportasi ini berkembang dengan sangat cepat. Pada masa perkembangannya juga terjadi beberapa kali kegagalan struktur yang menyebabkan kecelakaan fatal. Dua kasus yang cukup terkenal berkaitan dengan kegagalan struktur pesawat adalah kecelakaan BOAC de Havilland Comet tahun 1953 – 1954 dan Aloha Airlines Boeing 737 tahun 1988.

Pesawat Comet adalah pesawat penumpang jet komersial pertama di dunia yang dibuat oleh pabrik de Havilland, Inggris. Pada tahun 1953 – 1954, hanya setahun setelah penerbangan pertamanya, tiga pesawat de Havilland Comet buatan Inggris meledak di udara dan jatuh. Tanggal 2 Mei 1953, Pesawat British Overseas Airways Corporation (BOAC) de Havilland Comet, G-ALYV Flight 783 jatuh di India. Tujuh bulan kemudian, 10 Januari 1954, pesawat BOAC– Comet Flight 781 dengan registrasi G- ALYP, dalam perjalanan dari Roma menuju London, meledak di udara pada ketinggian 27000 feet dan jatuh ke laut tengah dekat pulau Elba. Pada 8 April 1954, pesawat Comet G- ALYY South African Airlines Flight 201, dicarter melalui BOAC, yang terbang dari Ciampino Airport, Roma menuju Kairo hancur di udara, jatuh dari ketinggian 35000 feet di laut dekat Napoli. Seluruh penumpang dan awak pesawat tidak satupun yang selamat.

Setelah kejadian-kejadian itu seluruh pesawat Comet dilarang terbang dan penyelidikan menyeluruh kemudian dilakukan. Pengujian skala penuh dilakukan pada satu pesawat Comet, yaitu pesawat dengan registrasi G-ALYU. Pesawat Comet G-ALYU sudah mengalami 1,230 pressurized flights sebelum pengujian dan setelah tambahan 1,830 siklus tekanan air yang menyerupai tekanan saat terbang, badan pesawat gagal pada daerah sekitar pojok jendela yang berbentuk segi empat, seperti ditunjukkan pada Gambar. Konsentrasi tegangan yang terjadi, jauh lebih tinggi dari pada yang diantisipasi. Hal ini menyebabkan kegagalan lelah material sekitar pojok jendela yang akhirnya menyebabkan sobeknya badan pesawat. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam perancangan struktur pesawat yang mengalami kegagalan akibat beban lelah.

Peristiwa ini membuka mata para insinyur dan perancang struktur
pesawat terbang tentang fenomena multiple site fatigue damage pada pesawat terbang yang sudah berusia tua yang sampai saat itu belum banyak dipahami.

Sumber:
Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung
Profesor tatacipta Dirgantara
19 Agustus 2017

Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin dari Ahlinya
085795561584

LELAH MATERIAL PADA KEGAGALAN STRUKTUR

lelah material
Bahan Kerusakan Akibat Kelelahan

Ketika sebuah struktur menerima beban dinamis secara berulang-ulang (siklis) dalam waktu yang lama, maka akan menyebabkan proses penyelesaian transisi (kelelahan). Dan struktur dapat memecahkan masalah, bahkan memuat, yang bekerja di bawah, menghasilkan titik, malah.

Hal ini adalah kerusakan struktural progresif dan terlokalisasi yang terjadi jika ada bahan yang memperbaiki pembebanan siklikal.

Bahan Kegagalan Struktur Akibat Kelelahan

Pada tanggal 28 April 1988, pesawat Aloha Airlines Boeing 737-200 terbang menuju Honolulu, membawa 90 penumpang dan lima awak pesawat. Cuaca saat itu cerah dan pada saat pesawat sedang berada di ketinggian jelajah 24000 kaki (7300 m). Sekitar 43 km tenggara Kahului, Maui, setengah bagian atas kulit badan pesawat, sepanjang 5,6 m dari belakang kokpit hingga dengan sayap bagian depan, tiba-tiba terkelupas, seperti terlihat pada gambar. Pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan penuh, dan seluruh penumpang dan bangun pesawat selamat keluar dari seorang pramugari yang sedang berdiri terlempar dari pesawat.

Saat terjadi kecelakaan, pesawat ini sudah cukup tua, pindah 19 tahun dan memperbaiki 89.680 siklus terbang. Keselamatan Transportasi Nasional AS (Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat) yang menyebabkan kecelakaan ini terkelupasnya kulit badan pesawat yang disebabkan kelelahan logam.

“Mekanisme kegagalan adalah hasil dari beberapa retak lokasi kelelahan pada kulit yang berdekatan dengan lubang paku keling di sepanjang pangkuan bersama sambungan paku keling dan pembongkaran tali sobek yang meniadakan karakteristik gagal-aman dari badan pesawat.”

Kegagalan struktur badan pesawat Aloha ini dimulai dari sambungan paku keling pada pelat kulit badan pesawat. Pada kulit ini diambil ulang di tempat banyak di sekitar lubang paku keling baris pertama. Retak tersebut kemudian tiba-tiba saling menyambung, merambat dengan cepat, dan memindahkan terkelupasnya kulit badan pesawat. (Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung 19 Agustus 2017)

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Mesin dari Ahlinya
085795561584 (tlp & wa)

Zonasi Pada Gambar Desain Pesawat

gambar pesawat
Sistem Zonasi Pada Gambar Desain Pesawat

Zonasi untuk Mempermudah Identifikasi Komponen Pesawat Terbang

Untuk mempermudah dalam pengidentifikasian komponen-komponen pada pesawat terbang dibagi ke dalam zonasi dan subzonasi. Zonasi adakalanya disebut section. Dalam proses pembuatan gambar desain nomor zonasi atau section biasanya dimasukkan pula ke dalam penomoran gambar, mulai dari gambar intalasi, assembly, sub assembly sampai detail part.

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Tempat Belajar Gambar Teknik Konstruksi
0857955614584

Mengapa Jendela Pesawat Harus Dibuka ketika Lepas Landas dan Mendarat?

jendela pesawat
Perintah harus membuka jendela pesawat ketika akan take off dan landing. Mengapa?

Ketika pesawat akan lepas landas dan mendarat, penumpang akan diminta untuk membuka penutup jendela. Apakah alasan di balik instruksi tersebut?

Instruksi membuka penutup jendela pesawat berkaitan dengan faktor keamanan dalam penerbangan.Ketika pesawat akan lepas landas atau mendarat, hal itu adalah fase kritis dalam sebuah penerbangan, yaitu kemungkinan pesawat akan mengalami kecelakaan. Instruksi itu untuk membantu penumpang jika dalam keadaan emergency.

Terbukanya penutup jendela pesawat akan memudahkan pencahayaan masuk ke dalam pesawat serta membuat penumpang juga bisa melihat keadaan di luar pesawat jika mengalami keadaan darurat seperti kecelakaan, terjadi ban pesawat tergelincir, pendaratan tidak sempurna, dan berbagai macam skenario terburuk lain dalam penerbangan.

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Tempat Belajar Gambar Teknik Konstruksi
085795561584

De-icing Bahan Bakar Pesawat Terbang dengan Fuel Heater

bahan bakar pesawat
Sistem Fuel heater pada mesin turbin gas pesawat terbang

Bahan bakar mesin gas turbine pada pesawat sangat rentan terjadinya pembekuan. Ketika bahan bakar di tangki bahan bakar mendingin sampa suhu 0° C atau lebih rendah maka residu air yang ada pada bahan bakar akan membeku dan akan menyumbat saringan bahan bakar dan hal ini akan bisa mengakibatkan masalah yang sangat serius. Untuk mencegahnya maka dipasanglah fuel heater. Selain sebagai deicing hangatnya bahan bakar akan membuat pembakaran di mesin pesawat menjadi lebih baik.

 
Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Tempat Belajar Gambar Teknik Konstruksi
085795561584

Kursus Catia di Bandung

kursus drafterKursus CATIA for 3D Modelling di Bandung

Belajar:

  • Part Design Fundamentals
  • Assembly Design
  • Drafting

Siapa yang perlu ikut?

  • Mahasiswa di bidang teknik mesin dan dirgantara
  • Mahasiswa teknik industri
  • Drafter Teknik Mesin
  • Tool Designer
  • Tool Drafter
  • Designer Teknik Mesin
  • Product Designer
  • Furniture Designer
  • Siapa saja yang berminat dalam bidang rancang bangun

Biaya:
– Pengangguran dan Mahasiswa    : Rp. 1.750.000
– Karyawan Atas Biaya Sendiri       : Rp. 1.750.000
– Kayawan atas Biaya Perusahaan : Rp. 3.500.000

Pendaftaran: 085795561584 (tlp & whatsapp)

Dengan sharing pengalaman dari instruktur sebagai praktisi dengan standar design bertaraf internasional akan mempermudah bagi Anda dalam menyerap materi training.

Pendaftaran: 085795561584 (tlp & whatsapp)

Instruktur

  • Arief Rudyanto, seorang senior CATIA Tooling Designer dengan pengalaman dalam bidang desain Tool Pesawat Terbang sejak tahun 1982. Mengikuti berbagai training design tool untuk pesawat terbang dan torpedo di British Aerospace, Bristol Enggland dan AFG Telefunken Germany.Terlibat dalam team tool design untuk pembuatan pesawat terbang, CASA, CN 235 dan N250. Berpengalaman mengerjakan bergai pekerjaan design permesinan.
  • Muhammad Yusuf, seorang senior engineer dengan pengalaman dalam mendesain pesawat terbang, mechanical design, water treatment plant, power plant dan berbagai proyek mechanical design.

Pendaftaran: 085795561584 (tlp & whatsapp)

CATIA Digunakan Di Industri Apa Saja?

catiaBagi temen2 yang baru kenal dengan dunia engineering design, mungkin baru denger yang namanya CATIA. Mungkin selama ini yang terpikirkan baru sebatas AutoCAD. Untuk bekerja dengan lingkup 3 dimensi terutama untuk mendesain komponen-komponen yang rumit AutoCAD bukan alatnya. Salah satu sowtware yang banyak digunakan adalah CATIA.

CATIA singkatan dari Computer Aided Three-dimensional Interactive Application, secara luas digunakan di industri rekayasa, khususnya di sektor otomotif dan dirgantara. Meskipun ada juga yang menggunakan Pro / ENGINEER, NX (sebelumnya Unigraphics), dan SolidWorks.

Industri Dirgantara
Boeing menggunakan CATIA V3 untuk mengembangkan pesawat Boeing 777, dan CATIA V5 untuk pesawat mendesain seri 787. Industri dirgantara raksasa di Eropa, Airbus telah menggunakan CATIA sejak tahun 2001. Demikian halnya di Kanada Bombardier Aerospace telah menggunakan semua rancangan pesawatnya dengan menggunakan CATIA.

Industri Dirgantara
Di industri otomotif ada BMW, Porsche, Daimler Chrysler, Audi, Volkswagen, Bentley, Volvo, Fiat, Benteler AG, PSA Peugeot Citroën, Renault, Toyota, Ford, Scania, Hyundai, Skoda Auto, Tesla motor, Proton, Tata motor dan Mahindra & Mahindra Limited yang menggunakan CATIA dalam proses perancangan mobilnya. Goodyear menggunakannya dalam merancang ban untuk otomotif dan pesawat.

Industri Kapal Laut
Industri kapal laut mulai menggunakan CATIA V5 rilis 8 dalam rancangannya. GD Electric Boat menggunakan CATIA untuk merancang kapal selam cepat terbarunya untuk Angkatan Laut Amerika Serikat. Northrop Grumman Newport News juga menngunakan CATIA untuk merancang Gerald R. Ford supercarriers untuk US Navy.

Kabar gembiranya,temen-temen juga bisa belajar CATIA di Kampung Drafter dengan Kang Fajar dan Kang Yusuf yang telah berpengalaman menggunakan CATIA dalam mendesain pesawat terbang.

Bila Anda pengen belajar CATIA atau memerlukan jasa perancangan dengan menggunakan CATIA silahkan hub Kang Yusuf di: 085795561584 (wa atau tlpn).

Semoga Bermanfaat

Salam Hangat dan Jabat Erat

Expert CATIA Drafting Services

Berpengalaman 23 Tahun Dalam Engineering Design Dengan Menggunakan CATIA

Team kami berpengalaman:

  • Memahahi standar design drafting sesuai dengan ANSI, ASME maupun ISO
  • Memahami mechanical engineering design dengan baik
  • Memahami proses fabrikasi, assembly dan test commissioning
  • Berpengalaman dalam mendesain pesawat terbang, otomotive, powerplant, building utlity, water treatment plant, simulator, dll

Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai pekerjaan engineerng design yang bisa kami bantu untuk Anda silahkan hub kami di: 085795561584 (wa, tlpn sms 24 Jam)