Material Fatigue Penyebab Patahnya Poros Kereta Api Versailles

kegagalan struktur
Material Fatigue Pada Kegagalan Struktur Poros Kereta Api Versailles

Perkembangan teknologi transportasi pada awal masa revolusi industri itu tidak sepenuhnya berjalan dengan mulus. Pada sekitar pertengahan abad ke–19 hampir setiap tahun terjadi kecelakaan kereta api akibat kegagalan struktur yang memakan korban jiwa tidak kurang dari 200 korban jiwa pertahun. Pada masa itu, kecelakaan fatal pada umumnya terjadi akibat patahnya poros gandar, rel atau roda, lalu menyebabkan kereta api melaju keluar jalur rel dan kemudian terguling, tabrakan dengan kereta lain atau menabrak jembatan.

Salah satu kejadian yang tercatat sebagai salah satu kecelakaan terburuk pada masa itu adalah kecelakaan kereta api Versailles tanggal 8 Mei 1842. Sebagian besar penumpangnya adalah undangan dan pengunjung acara penghormatan bagi Raja Louis Philippe I di Istana Versailles yang hendak pulang ke Paris. Hari itu rangkaian gerbong lebih panjang dari biasanya, dan akibatnya poros gandar kereta patah saat kereta melewati jalur yang menurun di sekitar Meudon. Lokomotif terguling kemudian terbakar. Korban jiwa yang dilaporkan berkisar antara 46 – 200 orang

Pada masa itu, para peneliti lalu berusaha mengungkap akar masalah penyebab patahnya poros tersebut, dan menemukan bahwa permukaan patahan pada poros tampak berbeda. Itu adalah retak yang merambat akibat beban yang berulang-ulang. Dari observasi diketahui juga bahwa retak berawal dari daerah tempat adanya perubahan diameter poros atau alur pasak. Hal ini kemudian menjadi dasar bagi perancangan struktur yang mengalami beban berulang bolak-balik (beban lelah/ fatigue) agar perubahan geometri dilakukan dengan lebih gradual, dan memberi rekomendasi pembatasan umur pakai poros gandar kereta penumpang maksimum 60.000 km.

Setelah melakukan penelitian selama belasan tahun, pada tahun 1870 August Wöhler menyatakan bahwa rentang amplitudo tegangan sangat pengaruh terhadap umur lelah material dan memperkenalkan diagram yang dapat memprediksi endurance limit, yaitu batas aman perancangan struktur yang mengalami beban lelah. Pada saat itu hampir semua penelitian untuk kasus yang kompleks, seperti poros gandar kereta api, dilakukan secara empiris melalui serangkaian percobaan dan pengujian.

Sumber:
Orasi Ilmiah Guru Besar
Institut Teknologi Bandung, 19 Agustus 2017

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin Langsung dari Ahlinya
085795561584 (tlp & wa)

Multiple Site Fatigue Damage dan Kegagalan Struktur

lelah material
Multiple Site Fatigue Damage

Pada awal abad ke – 20 pesawat udara mulai ditemukan dan teknologi wahana transportasi ini berkembang dengan sangat cepat. Pada masa perkembangannya juga terjadi beberapa kali kegagalan struktur yang menyebabkan kecelakaan fatal. Dua kasus yang cukup terkenal berkaitan dengan kegagalan struktur pesawat adalah kecelakaan BOAC de Havilland Comet tahun 1953 – 1954 dan Aloha Airlines Boeing 737 tahun 1988.

Pesawat Comet adalah pesawat penumpang jet komersial pertama di dunia yang dibuat oleh pabrik de Havilland, Inggris. Pada tahun 1953 – 1954, hanya setahun setelah penerbangan pertamanya, tiga pesawat de Havilland Comet buatan Inggris meledak di udara dan jatuh. Tanggal 2 Mei 1953, Pesawat British Overseas Airways Corporation (BOAC) de Havilland Comet, G-ALYV Flight 783 jatuh di India. Tujuh bulan kemudian, 10 Januari 1954, pesawat BOAC– Comet Flight 781 dengan registrasi G- ALYP, dalam perjalanan dari Roma menuju London, meledak di udara pada ketinggian 27000 feet dan jatuh ke laut tengah dekat pulau Elba. Pada 8 April 1954, pesawat Comet G- ALYY South African Airlines Flight 201, dicarter melalui BOAC, yang terbang dari Ciampino Airport, Roma menuju Kairo hancur di udara, jatuh dari ketinggian 35000 feet di laut dekat Napoli. Seluruh penumpang dan awak pesawat tidak satupun yang selamat.

Setelah kejadian-kejadian itu seluruh pesawat Comet dilarang terbang dan penyelidikan menyeluruh kemudian dilakukan. Pengujian skala penuh dilakukan pada satu pesawat Comet, yaitu pesawat dengan registrasi G-ALYU. Pesawat Comet G-ALYU sudah mengalami 1,230 pressurized flights sebelum pengujian dan setelah tambahan 1,830 siklus tekanan air yang menyerupai tekanan saat terbang, badan pesawat gagal pada daerah sekitar pojok jendela yang berbentuk segi empat, seperti ditunjukkan pada Gambar. Konsentrasi tegangan yang terjadi, jauh lebih tinggi dari pada yang diantisipasi. Hal ini menyebabkan kegagalan lelah material sekitar pojok jendela yang akhirnya menyebabkan sobeknya badan pesawat. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting dalam perancangan struktur pesawat yang mengalami kegagalan akibat beban lelah.

Peristiwa ini membuka mata para insinyur dan perancang struktur
pesawat terbang tentang fenomena multiple site fatigue damage pada pesawat terbang yang sudah berusia tua yang sampai saat itu belum banyak dipahami.

Sumber:
Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung
Profesor tatacipta Dirgantara
19 Agustus 2017

Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Belajar Gambar Teknik Mesin dari Ahlinya
085795561584

Mengapa Sebuah Pipa Bisa Dibengkokkan?

MApabila sebuah material menerima beban yang melebihi yield point dan tidak melebihi ultimate point maka material akan terderformasi secara plastis, yaitu material tidak akan kembali kebentuk semula ketika beban yangbekerja padanya dihilangkan.

bending pipa
Proses Bending Pipa

Pada proses pembengkokan sebuah pipa, diberikan beban melalu mesin pembengkok diantara yield point dan ultimate point, sehingga pipa akan terdeformasi secara plastis sesuai dengan pembengkokan yang diinginkan.

Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Tempat Belajar Gambar Konstruksi
085795561584

Diagram Tegangan Regangan Material Ulet

diagram tegangan regangan
Diagram Tegangan Regangan Material Ulet

Diagram tegangan regangan material ulet digunakan sebagai dasar pemilihan material untuk desain konstruksi mesin, merancang alat untuk pembentukan material maupun merancang alat pemotong material.

DAERAH ELASTIS merupakan daerah yang digunakan dalam desain konstruksi mesin.

  • Dalam perancangan komponen mesin yang memerlukan konstruksi yang kuat dan kaku, maka tegangan kerja yang timbul harus lebih kecil dari tegangan yang diijinkan.

DAERAH PLASTIS merupakan daerah yang digunakan untuk proses pembentukan material.

  • Untuk merubah sheet metal agar menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan, delakukan pemberian gaya sampai terjadi deformasi plastis pada benda kerja. Biasanya digunakan tool berupa cetakan (die) dengan bentuk yang diinginkan dengan diberikan gaya tekan sampai melewati tegangan luluh (yield strenth) material tersebut sehingga terjadilah bentuk sesuai dengan cetakan karena terjadi deformasi plastis.
deformasi plastis
Deformasi plastis pada pembentukan logam (metal forming)

DAERAH MAKSIMUM merupakan daerah yang digunakan dalam proses pemotongan material.

semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Tempat Belajar Gambar Konstruksi
085795561584