Pelatihan AutoCAD 2D 3D, Sketchup, Enscape, Solidworks, Inventor, RAB, Ahli Gambar Teknik Mesin, Arsitektur dan Interior, di Bandung, Surabaya, Jakarta, Depok, Bekasi, Kediri
Ketika kita berbicara tentang arsitektur sebagai seni bangunan, kita harus mempertimbangkan sistem-sistem konsep aturan berikut ini sebagai bahan pertimbangan faktor fisik konstruksi:
Definisi, skala, proporsi, dan organisasi ruang interior sebuah bangunan
Urutan aktivitas manusia berdasarkan skala dan dimensi
Pengelompokan zona fungsional ruang pada bangunan berdasarkan tujuan dan penggunaannya
Akses menuju bangunan, jalur lalu lintas horisontal dan vertikal dalam bangunan
Kelayakan kualitas bangunan: bentuk, ruang, pencahayaan, warna, tekstur, dan pola
Bangunan sebagai komponen integral dari lingkungan alami dan lingkungan buatan di sekitarnya.
Ilustrasi Konstruksi Bangunan, Francis D.K. Ching, Casandra Adams
Dimensi dan pembesian kolom, balok sloof dan balok ring yang diterbitkan oleh Plang Merha Indonesia sebagai pedoman pembangunan rumah satu lantai tahan gempa.
Dimensi Sloof, Balok dan Kolom
Balok Sloof
Begel, besi diamater 8 mm
Jarak antar begel 150 mm, atau 125 mm bila menggunakan begel dengan diameter 6 mm
Besi tulangan berdiameter 12 mm
Kolom
Begel, besi diamater 8 mm
Jarak antar begel 150 mm, atau 125 mm bila menggunakan begel dengan diameter 6 mm
Besi tulangan berdiameter 12 mm
Ringbalk dan Balok Lintel
Begel, besi diamater 8 mm
Jarak antar begel 150 mm, atau 125 mm bila menggunakan begel dengan diameter 6 mm
Suatu gempa terdiri dari serangkaian getaran longitudinal dan transversal yang diinduksi dalam kerak bumi akibat pergerakan lempeng-empeng bumi secara tiba-tiba. Guncangan gempa menyebar sepanjang permukaan bumi dalam bentuk gelombang dan akan melemah secara logaritmis pada arah menjauh dari pusat gempa. Sementara gerakan dalam tanah ini adalah gerakan tiga dimensi, komponen gerakan horisontalnya merupakan pertimbangan penting dalam proses desain struktural; Karena elemen penahan beban vertikal suatu struktur biasanya lebih mampu menahan tambahan beban vertikal. Pada saat bangunan bergetar maka timbul gaya-gaya pada struktur bangunan karena adanya kencenderungan massa bangunan untuk mempertahankan dirinya dari gerakan. Gaya yang timbul ini disebut dengan gaya inersia.
Bangunan tahan gempa adalah bangunan yang merespon gempa dengan sifat daktilitas yang mampu bertahan dari keruntuhan, dan memiliki fleksibilitas untuk meredam getaran gempa.
Prinsip bangunan tahan gempa:
1. Kekakuan strukur
Prinsip kekakuan struktur menjadikan struktur lebih solid terhadap goncangan. Kekakuan struktur dapat menghindarkan kemungkinan bangunan runtuh saat gempa terjadi. Kolom-kolom dan balok pengikat harus kuat dan ditopang oleh pondasi yang baik pula.
2. Fleksibilitas
Ketika terjadi gempa struktur bangunan dirancang agar bisa bergerak dalam skala kecil, misalnya dengan menggunakan prinsip hubungan roll pada tumpuan-tumpuan beban, yaitu jenis hubungan pembebanan yang dapat bergerak dalam skala kecil untuk meredam getaran.
3.Bahan material yang ringan dan berkualitas yang baik
Makin berat bangunan maka makin besar daya massa jika terjadi gempa bumi yang bisa membahayakan jika runtuh dan lebih ringan sehingga tidak sangat membebani struktur yang ada.
Reaksi bangunan pada saat gempa terjadi bergantung pada cara pembangunan dan bukan pada tahap perencanaan. Mutu material yang baik penting untuk menjamin ketahanan material dalam menahan beban gempa.
4. Massa yang terpisah-pisah
Prinsip massa yang terpisah-pisah, yaitu memecah bangunan dalam beberapa bagian menjadi struktur yang lebih kecil sehingga struktur ini tidak terlalu besar dan terlalu panjang karena jika terkena gempa harus meredam getaran lebih besar.
5. Kesatuan Struktur (Struktur Atap, struktur dinding, struktur pondasi )
Prinsip dasar dari bangunan tahan gempa adalah membuat seluruh struktur menjadi satu kesatuan sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan bersama-sama dan proporsioanal. Bangunan juga harus bersifat ulet (ductile), sehingga dapat bertahan apabila mengalami perubahan bentuk yang diakibatkan oleh gempa.
6. Perbandingan Tinggi dan Lebar Bangunan
Tinggi bangunan tidak melebihi empat kali lebar bangunan.
Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Tempat Belajar Gambar Konstruksi
085795561584
www.kampungdrafter.com
Zonasi untuk Mempermudah Identifikasi Komponen Pesawat Terbang
Untuk mempermudah dalam pengidentifikasian komponen-komponen pada pesawat terbang dibagi ke dalam zonasi dan subzonasi. Zonasi adakalanya disebut section. Dalam proses pembuatan gambar desain nomor zonasi atau section biasanya dimasukkan pula ke dalam penomoran gambar, mulai dari gambar intalasi, assembly, sub assembly sampai detail part.
Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat Kampung Drafter
Tempat Belajar Gambar Teknik Konstruksi
0857955614584
Perintah harus membuka jendela pesawat ketika akan take off dan landing. Mengapa?
Ketika pesawat akan lepas landas dan mendarat, penumpang akan diminta untuk membuka penutup jendela. Apakah alasan di balik instruksi tersebut?
Instruksi membuka penutup jendela pesawat berkaitan dengan faktor keamanan dalam penerbangan.Ketika pesawat akan lepas landas atau mendarat, hal itu adalah fase kritis dalam sebuah penerbangan, yaitu kemungkinan pesawat akan mengalami kecelakaan. Instruksi itu untuk membantu penumpang jika dalam keadaan emergency.
Terbukanya penutup jendela pesawat akan memudahkan pencahayaan masuk ke dalam pesawat serta membuat penumpang juga bisa melihat keadaan di luar pesawat jika mengalami keadaan darurat seperti kecelakaan, terjadi ban pesawat tergelincir, pendaratan tidak sempurna, dan berbagai macam skenario terburuk lain dalam penerbangan.
Semoga Bermanfaat
Salam Jabat Erat
Kampung Drafter
Tempat Belajar Gambar Teknik Konstruksi
085795561584